Perjalanan panjang pembentukan tentara nasional tidak bisa dilepaskan dari peran aktif para pemuda pelopor yang mengangkat senjata merebut kemerdekaan bangsa. Catatan perjuangan Korps taruna di masa awal kemerdekaan menunjukkan keberanian luar biasa saat mereka harus bertempur langsung mempertahankan kedaulatan tanah air dari serangan penjajah. Para taruna akademi militer pertama ikut serta dalam pertempuran sengit di pelbagai front guna membela berdirinya Republik Indonesia yang baru lahir. Semangat pengorbanan tanpa pamrih para pendahulu menjadi warisan sejarah yang sangat berharga bagi generasi penerus.
Dokumentasi sejarah mencatat peristiwa pertempuran Platuk dan pertempuran pertahanan lainnya di mana para taruna muda gugur sebagai pahlawan bangsa yang sangat gagah berani. Keberanian mereka bertempur bersama rakyat menjadi bukti nyata manunggalnya TNI dengan rakyat dalam menjaga keutuhan wilayah kedaulatan negara Indonesia. Nilai-nilai perjuangan Korps taruna ditanamkan kepada para taruna masa kini melalui tradisi napak tilas rute gerilya para pahlawan kemerdekaan. Tradisi sejarah ini bertujuan membakar semangat kejuangan agar taruna tidak pernah melupakan jati diri mereka sebagai prajurit rakyat.
Museum dan monumen perjuangan didirikan di lingkungan akademi militer sebagai sarana edukasi visual mengenai pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu bangsa. Taruna diajak untuk merenungkan nilai-nilai kejuangan setiap kali melintasi patung para pahlawan dan membaca bait-bait ikrar setia prajurit. Penghayatan atas perjuangan Korps di masa lalu membentengi mentalitas taruna dari pengaruh kebiasaan buruk yang dapat merusak kehormatan dan martabat korps tentara. Kehormatan sebagai penerus tradisi juara harus terus dijaga dengan cara mengukir prestasi terbaik.
Peringatan hari-hari bersejarah militer diisi dengan kegiatan upacara tradisi, ziarah makam pahlawan, serta diskusi sejarah bersama para veteran perang kemerdekaan. Interaksi langsung dengan para pelaku sejarah memberikan gambaran nyata mengenai arti penting kesetiaan pada negara di atas segala-galanya. Taruna diajarkan untuk bersyukur atas kemerdekaan yang diraih berkat tetesan darah para pahlawan dengan cara belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh. Janji prajurit ditancapkan secara mendalam dalam sanubari setiap calon perwira muda.
Sejarah kejuangan ini akan terus menjadi sumber inspirasi tak pernah kering bagi akademi militer dalam melahirkan perwira-perwira pembela kedaulatan bangsa Indonesia. Prajurit masa kini siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan menjaga keutuhan NKRI dari pelbagai ancaman modern yang kian kompleks. Penghormatan tertinggi diberikan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi kibaran bendera merah putih di persada nusantara. Semangat pantang menyerah akan selalu hidup dalam setiap dada prajurit.