Kondisi fisik yang siap tempur menjadi syarat utama bagi prajurit TNI dalam menjalankan seluruh porsi tugas negara. Pengurus membina ketahanan fisik para taruna melalui rangkaian latihan olahraga terstruktur yang dilaksanakan secara rutin setiap harinya. Program ini meliputi latihan ketahanan jantung, penguatan otot tubuh, serta latihan kelincahan gerak di lapangan terbuka. Setiap porsi latihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas fisik taruna secara bertahap tanpa menimbulkan risiko cedera yang membahayakan. Pembinaan fisik yang teratur ini membentuk postur prajurit yang tegap, tangguh, dan energik.
Sesi lari pagi mengelilingi pangkalan menjadi kegiatan wajib yang mengawali seluruh rutinitas harian para taruna di akademi militer. Lari pagi tidak hanya berguna membakar lemak dan meningkatkan stamina tetapi juga membangun jiwa korsa dan kebersamaan tim. Taruna berlari dalam ikatan peleton dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang membakar semangat juang di pagi hari. Irama langkah kaki yang seragam mencerminkan kepatuhan dan keteraturan disiplin yang tinggi pada diri setiap calon prajurit. Kebiasaan lari pagi ini menjaga tingkat kebugaran jasmani seluruh anggota pasukan.
Latihan penguatan otot menggunakan peralatan sederhana seperti tiang pull-up, bangku sit-up, dan area push-up dilakukan setiap sore hari. Pelatih fisik memandu taruna untuk melakukan pembentukan otot secara merata pada seluruh bagian tubuh atas dan bawah. Penguatan otot ini sangat penting untuk mendukung kemampuan taruna dalam membawa beban ransel tempur berat saat berpatroli. Pelatih memantau teknik pelaksanaan gerakan agar memberikan dampak pembentukan otot yang maksimal dan aman bagi kesehatan. Pembentukan otot yang seimbang ini menciptakan ketahanan tubuh yang tahan benturan.
Latihan renang militer dengan menggunakan pakaian dinas lapangan lengkap melengkapi program pembinaan ketahanan fisik taruna di kolam renang. Taruna dilatih untuk melintasi kolam renang dalam jarak tertentu sembari membawa perlengkapan senjata dan helm tempur di kepala. Latihan ini melatih daya tahan pernapasan, keberanian di dalam air, serta kekuatan otot seluruh tubuh secara serentak. Penguasaan renang militer sangat vital bagi prajurit saat harus melakukan operasi pendaratan atau melintasi rintangan sungai. Keterampilan air ini melengkapi ketangkasan fisik calon perwira.
Evaluasi tingkat kebugaran jasmani dilakukan secara berkala melalui pengujian nilai samapta berkala setiap enam bulan pendidikan di akademi. Data hasil pengujian dicatat secara rinci untuk melihat grafik perkembangan kondisi fisik masing-masing taruna dari waktu ke waktu. Taruna yang menunjukkan peningkatan nilai fisik mendapatkan penghargaan, sedangkan yang menurun diberikan program latihan fisik tambahan. Pengawasan berbasis data ini menjamin bahwa seluruh lulusan akademi memiliki kondisi fisik yang berada pada standar tertinggi. Pembentukan ketahanan fisik yang kuat menghasilkan perwira pembela bangsa yang andal.