Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar Latgab TNI (Latihan Gabungan TNI) yang melibatkan tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di berbagai wilayah strategis Indonesia. Dalam Latgab TNI kali ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menunjukkan partisipasi aktif dengan melibatkan berbagai kekuatan tempur dan bantuan. Keterlibatan TNI AU ini menjadi elemen penting dalam skenario latihan yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar matra dan menguji kesiapsiagaan operasional.
Dalam pelaksanaan Latgab TNI yang meliputi Kogabwilhan I (wilayah barat), Kogabwilhan II (wilayah tengah), dan Kogabwilhan III (wilayah timur), TNI AU mengerahkan sejumlah aset strategis. Kekuatan tempur yang dilibatkan mencakup berbagai jenis pesawat tempur modern yang siap melaksanakan misi pertahanan udara, serangan darat, dan dukungan udara bagi pasukan darat dan laut. Sementara itu, kekuatan bantuan yang disiapkan terdiri dari pesawat angkut untuk logistik dan personel, helikopter untuk dukungan taktis, evakuasi medis, serta berbagai satuan pendukung seperti radar dan komunikasi.
Menurut keterangan dari Kepala Staf Operasi TNI (KASUM TNI), Letnan Jenderal TNI Bambang Ismawan, S.E., M.M., dalam konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap pada hari Senin, 19 Mei 2025, Latgab TNI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam meningkatkan kemampuan tempur gabungan dan memelihara kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Beliau menambahkan bahwa keterlibatan TNI AU dengan kekuatan tempur dan bantuan yang disiapkan sangat krusial dalam mencapai tujuan latihan.
Pelaksanaan Latgab TNI di tiga Kogabwilhan secara simultan ini memberikan kesempatan bagi TNI untuk menguji kemampuan proyeksi kekuatan dan koordinasi antar wilayah yang berbeda. Skenario latihan yang dirancang mencakup berbagai macam operasi, mulai dari operasi pertahanan wilayah, operasi ofensif, hingga operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Keterlibatan kekuatan tempur TNI AU memastikan superioritas udara dan dukungan taktis yang diperlukan, sementara kekuatan bantuan memastikan kelancaran logistik dan dukungan personel selama Latihan GabunganTNI berlangsung.
Sebagai kesimpulan, Latihan Gabungan TNI yang melibatkan tiga Kogabwilhan dengan partisipasi aktif TNI AU melalui pengerahan kekuatan tempur dan bantuan menunjukkan komitmen TNI dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan. Latihan ini menjadi wahana penting untuk memperkuat sinergi antar matra dan menguji doktrin operasi gabungan demi menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.