Dua Prajurit TNI Cidera, Indonesia Layangkan Protes Keras ke Israel

Indonesia menyampaikan protes keras kepada pemerintah Israel setelah dua Prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon mengalami cidera akibat serangan. Insiden yang terjadi pada tanggal 10 Oktober 2024 ini menimpa dua Prajurit TNI yang sedang bertugas di pos pengamatan di wilayah Naqoura, Lebanon Selatan. Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan yang membahayakan keselamatan Prajurit TNI yang merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional tersebut.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, secara resmi menyampaikan nota protes kepada perwakilan Israel di Jakarta pada hari Minggu, 13 Oktober 2024. Dalam keterangannya kepada media, beliau menyatakan kekecewaan dan kemarahan atas insiden yang menimpa dua TNI tersebut. “Kami telah menyampaikan protes keras dan menuntut agar insiden serupa tidak terulang kembali. Keselamatan seluruh personel TNI yang bertugas di bawah bendera PBB adalah prioritas utama kami,” tegas Menteri Retno.

Kronologi kejadian bermula ketika tank Merkava milik militer Israel dilaporkan melakukan penembakan ke arah menara pengamatan UNIFIL yang ditempati oleh sejumlah personel, termasuk dua anggota TNI. Akibat serangan tersebut, Pratu Marinir Eggy Arifiyanto mengalami luka di bagian tangan dan kaki, sementara Praka Nofrian Syah Putra mengalami luka pada bagian kaki serta gangguan pernapasan. Kedua Prajurit TNI tersebut segera mendapatkan pertolongan medis dari tim kesehatan UNIFIL dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Pemerintah Indonesia juga telah berkoordinasi intensif dengan Markas Besar PBB di New York untuk menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan guna mengungkap fakta di balik serangan tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Keberadaan Prajurit TNI sebagai bagian dari UNIFIL adalah wujud komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Oleh karena itu, perlindungan dan keselamatan mereka selama menjalankan tugas harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik di wilayah tersebut. Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi Prajurit TNI yang bertugas di Lebanon.