Bulan Suci Ramadan di Serambi Mekkah selalu diwarnai dengan gema ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berkumandang dari fajar hingga larut malam. Tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Aceh yang religius. Namun, seiring bertambahnya usia, banyak warga senior yang mulai mengalami hambatan fisik, terutama penurunan fungsi penglihatan yang membuat aktivitas ibadah menjadi kurang maksimal. Memahami kendala tersebut, sebuah inisiatif sosial muncul dengan program utama melakukan pembagian atau kegiatan Bagi Kacamata Baca Gratis alat bantu penglihatan guna memastikan semangat ibadah para orang tua kita tidak surut hanya karena keterbatasan biologis.
Penyediaan perangkat kacamata yang sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing individu menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Banyak dari warga lanjut usia di pelosok Aceh yang selama ini memaksakan diri membaca tanpa bantuan, atau menggunakan alat bantu seadanya yang tidak akurat, sehingga seringkali memicu sakit kepala dan kelelahan mata yang cepat. Dengan adanya pemeriksaan refraksi mata yang dilakukan oleh tenaga profesional, setiap penerima manfaat mendapatkan lensa yang presisi. Hal ini bukan sekadar pemberian barang, melainkan upaya restorasi kemampuan fungsional agar mereka dapat kembali melihat huruf-huruf hijaiyah dengan tajam dan jelas.
Layanan yang bersifat gratis ini menyasar keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah yang seringkali menganggap biaya kesehatan mata sebagai prioritas sekunder dibandingkan kebutuhan pokok. Di tengah kenaikan harga pangan menjelang lebaran, bantuan ini menjadi oase yang menyejukkan. Para personel di lapangan bergerak secara aktif mendatangi meunasah-meunasah dan titik kumpul warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendekatan humanis ini menciptakan ikatan emosional yang kuat, di mana negara hadir langsung untuk menyentuh kebutuhan yang paling personal dan mendasar bagi warganya dalam menjalankan kewajiban agama.
Target utama dari program ini adalah para lansia yang merupakan pilar kearifan lokal dalam keluarga dan masyarakat. Dengan penglihatan yang kembali normal, para orang tua ini diharapkan dapat lebih lancar dalam menyelesaikan target bacaan mereka. Tidak ada lagi hambatan saat harus membedakan harakat atau tanda baca yang kecil dalam mushaf Al-Qur’an. Kepuasan batin yang dirasakan saat mampu membaca dengan jernih memberikan dorongan psikologis yang luar biasa, meningkatkan rasa percaya diri, dan kebahagiaan di masa tua mereka.